Salah satu faktor yang memengaruhi disetujui atau tidaknya permohonan kredit adalah skor kredit. Skor kredit atau penilaian kredit merupakan indikator kelayakan Anda dalam menjalani kredit, dilihat dari historis kredit Anda.

Dari situ, pihak kreditur bisa menganalisis apakah Anda memiliki kencenderungan untuk mengalami kredit macet atau tidak. Karena itu, Anda harus pahami skor kredit Anda sebelum mengajukan permohonan kredit pada lembaga keuangan.

Skor kredit yang rendah bisa menyebabkan kredit Anda ditolak. Lembaga keuangan memiliki hak untuk menolak permohonan Anda jika historis Anda dianggap tidak kredibel, apalagi jika sering memiliki tunggakan. Sebaliknya, skor kredit yang tinggi akan mempermudah Anda mendapatkan pinjaman kredit bahkan dengan bunga yang rendah.

Maka dari itu, penting sekali bagi Anda untuk memahami bagaimana cara yang tepat untuk menjaga, serta meningkatkan skor kredit Anda. Salah satunya adalah dengan membayar tunggakan kredit dengan tepat waktu. Selain itu, alangkah lebih baik jika Anda memiliki lebih dari satu produk kredit yang berstatus aktif. Namun, jangan sampai Anda mengalami penunggakan pada salah satu produk kredit yang Anda ambil

Fluktuasi Skor Kredit

Memahami fluktuasi skor kredit memang dinilai susah-susah gampang. Sebab, bisa saja permohonan Anda tetap ditolak meskipun Anda merasa sudah melaksanakan kewajiban dengan tepat waktu.

Tapi, jangan khawatir. Anda bisa mencari tahu skor kredit Anda lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan mendatangi kantor OJK, Anda bisa memperoleh informasi debitur yang salah satunya berisi skor kredit.

Kebijakan SLIK

Kebijakan SLIK baru saja dimulai per tahun 2018. Sebelumnya, badan yang berhak mengeluarkan skor kredit beserta laporan riwayat debitur adalah Bank Indonesia (BI). Anda mungkin mengenalnya dengan nama BI Checking. Seringkali, alasan kreditur menolak permohonan kredit debitur disebabkan adanya masalah pada tahap BI Checking.

Skor kredit SLIK OJK terbagi ke dalam 5 klasifikasi, yaitu Kolektabilitas 1 (kredit lancar), Kolektabilitas 2 (kredit dalam perhatian khusus), Kolektabilitas 3 (kredit tidak lancar), Kolektabilitas 4 (kredit diragukan), dan Kolektabilitas 5 (kredit macet).

Anda tentu berada di posisi aman jika masuk ke dalam Kolektibilitas 1. Jika Anda ada di Kolektabilitas 2, Anda sebaiknya segera melunasi tunggakan angsuran yang belum diselesaikan. Sebab, jika Anda berada di kategori ini, berarti lembaga keuangan sudah mulai meragukan kepercayaannya pada Anda.

Kondisi yang harus Anda khawatirkan adalah kemungkinan Anda berada di skor Kolektibilitas 3, 4, atau 5. Debitur yang sudah tergolong dalam skor tersebut akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman karena dianggap tidak terpercaya.

Itulah sedikit informasi tentang skor kredit yang harus Anda pahami betul. Jika Anda ingin mengetahui tips dan trik lainnya, Anda bisa mengunjungi https://www.cekaja.com/info/skor-kredit/ karena banyak informasi mengenai kredit maupun masalah finansial lainnya.